google-site-verification=R4zqZQqK4U7JLu-ch8JoqY7uSYAgQazsGGMgLBrd5oo EXPLORE INDONESIA

Cursor

Happy Cute Box Bear

Minggu, 03 Desember 2017

Tips traveling murah di Indonesia

Cara Traveling Murah ke Indonesia

sejak memulai blog ini kurang lebih empat tahun silam, banyak sekali pertanyaan yang masuk ke saya, baik melalui surel ataupun kolom komentar di blog. Selain tentang mengurus visa, dan tip tentang pacaran beda negara, pertanyaan yang sering muncul berikutnya adalah tentang budgeting atau masalah pendanaan. Bukan, bukan tentang bagaimana cara saya mencari penghasilan, melainkan tentang…
“Bagaimana sih caranya biar bisa traveling murah (terutama di Indonesia)?”
Pada dasarnya, ada banyak sekali cara yang dapat dilakukan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Misalkan dengan mengakali transportasi, konsumsi, hingga akomodasi. Namun, apabila kamu masih penasaran bagaimana penerapannya dalam dunia nyata, berikut ini saya bagikan 8 cara untuk traveling murah di Indonesia.

1. Melakukan Road Trip bersama Teman-teman

Road Trip di sini diartikan sebagai melakukan perjalanan antar kota di Indonesia dengan menggunakan mobil, baik mobil sendiri, mobil pinjaman, mobil sewaan, asal jangan menggunakan mobil curian. Dalam road trip, saya biasa menggunakan prinsip berbagi, baik berbagi secara biaya, maupun berbagi secara penugasan.
Untuk biaya, yang bisa dibagi adalah biaya bahan bakar, parkir, juga biaya apabila kamu melewati jalan tol, yang terkadang malah lebih macet daripada jalur biasa. Sementara untuk penugasan, saya biasa berbagi peran sebagai berikut:
  • Depan Kanan: Sopir
  • Depan Kiri: Asisten Sopir
  • Belakang Kanan: Seksi Konsumsi
  • Belakang Tengah: Tut Wuri Handayani, yang bertugas memberikan dukungan moral, sekaligus sebagai pembaca doa.
  • Belakang Kiri: Tempatnya molor, sesuai sunnah Rasul.
Road Trip Indonesia
Road Trip ke Cirebon bersama para figuran.
Satu hal yang harus diperhatikan ketika traveling murah dengan road trip adalah masalah kehati-hatian di jalan, jangan menyopir ketika ngantuk, dan sebisa mungkin sopir jangan ikut tidur ketika yang lain juga tidur. Atau hal-hal tidak mengenakkan seperti kecelakaan di Ujung Genteng ini akan terulang kembali.

2. Nebeng

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Nebeng memiliki arti: “ikut serta (makan, naik kendaraan, dan sebagainya) dengan tidak usah membayar.”. Enak bukan? Enak, karena bisa mengirit ongkos perjalanan, dan traveling pun menjadi murah.
Namun, apakah setiap orang bisa nebeng? Ya bisa, apabila mempunyai kenalan di sebuah daerah, ataupun terdaftar di forum nebeng berskala besar seperti Nebengers yang menyediakan transportasi gratis (atau terkadang dengan prinsip sharing cost) dan Couchsurfing yang dapat memberikan penginapan gratis di seluruh dunia.
Nebeng di Merauke
Bertemu tetangga masa kecil di Merauke
Menurut saya, nebeng itu sah-sah saja, asalkan tidak merepotkan pihak yang ditebengi. Jangan sampai sudah diberikan penginapan gratis, masih saja melunjak dengan minta makan tiga kali sehari, ditambah sekali brunch, dan sekali tea time di waktu sore. Ingat, kamu adalah pelancong, bukan Ratu Elizabeth.
Berdasarkan pengalaman, saya pernah nebeng transportasi dan konsumsi kepada Mas Wiwid, tetangga masa kecil saya, ketika mencari tugu kembaran Sabang-Merauke di Merauke juga pernah juga nebeng pinjam mobil kantor milik Cicik Aini, teman komunitas saya, ketika sedang traveling di Manado. Namun untuk penginapan di Indonesia, saya hampir tidak pernah nebeng, karena saya membutuhkan space yang personal, juga privasi.

3. Menginap di Homestay

Alih-alih nebeng, untuk mengakali biaya penginapan, saya biasa menggunakan homestay, yang merupakan (bagian dari) rumah penduduk yang disewakan kepada para wisatawan untuk menginap. Salah satu kelebihan homestay dibanding hotel atau losmen, selain harganya yang murah, dan bisa sepertiga harga hotel, adalah adanya local insights dan keramahan yang kerap saya dapat dari pemilik homestay.
Sudah traveling jadi murah, pemilik homestay-nya pun baik, maka nikmat manakah yang engkau dustakan?
Homestay Pulau Moyo
Homestay di Pulau Moyo
Beberapa contoh homestay yang pernah saya inapi adalah homestay di Pulau Moyo ketika melakukan pemotretan pre-wedding, homestay di Jailolo ketika mengikuti perayaan Festival Jailolo, juga homestay di Dieng yang saat itu menjadi saksi teman seperjalanan yang kesurupan.

4. Mencoba Kuliner Lokal

Lontong Ceker Buk Ar Longsor
Lontong Ceker di Pekanbaru
Untuk konsumsi, daripada makan di restoran yang fancy ataupun kafe dangdut yang remang-remang, saya biasa mencari warung-warung lokal ataupun restoran yang menjajakan makanan tradisional khas daerah setempat dan berbaur bersama masyarakat sekitar. Selain menu makanan yang unik dan nikmat, salah satu kelebihan lainnya adalah harganya yang miring, yang menyesuaikan kantong lokal, bukan saku jas pekerja expat di Jakarta.
Beberapa kuliner yang pernah saya cicipi (dalam rangka traveling murah) dan tulis di blog ini adalah:
  1. Kuliner di Bendungan Hilir, Jakarta.
  2. Kuliner di Jailolo, Maluku Utara.
  3. Kuliner Pekanbaru, Riau, Sumatera.

5. Mengikuti Open Trip

Apabila kamu sedang ingin traveling, namun papa sibuk dan mama arisan, serta tidak ada teman yang menemani, kamu bisa juga mencari informasi mengenai open trip yang kini menjamur di Indonesia. Open Trip ini adalah sebuah perjalanan yang dilakukan secara beramai-ramai ke destinasi tertentu, dengan prinsip sharing cost yang tentunya akan membuat traveling kamu menjadi murah dan irit biaya, terutama di transportasi dan penginapan.
Di Indonesia, khususnya di beberapa daerah yang infrastrukturnya belum cukup baik, akan lebih nyaman apabila menggunakan mobil sewaan dibanding transportasi publik. Namun, mobil sewaan tentu akan terasa mahal apabila disewa sendiri, apalagi kalau ditambah dengan voorijder seperti RI-1. Untuk mengatasi hal tersebut, muncullah open trip sebagai solusinya.
Open Trip Flores
Open Trip ke Flores
Contoh-contoh open trip yang pernah saya ikuti di antaranya adalah perjalanan ke Krakatau di mana saya menemukan teman-teman baru, Dieng di mana saya kehilangan kekasih dan menemukan gebetan, hingga Flores di mana saya menemukan Indonesia yang memesona.
Beberapa penyedia layanan open trip yang pernah saya ikuti adalah Ibu PenyuTukang Jalan, dan Kapan Libur.
Open Trip, can turn stranger, into new friend, or even lover (and also enemy after break up).

6. Menggunakan Transportasi Publik

Kapal Feri Indonesia
Suasana Kapal Feri Lombok – Sumbawa
Walaupun belum semuanya nyaman, namun transportasi publik (terutama kelas ekonomi) di Indonesia sangatlah murah. Saya masih ingat pada saat saya kuliah di Jakarta, saya biasa mudik ke Semarangdengan menggunakan kereta kelas ekonomi, biayanya hanya Rp30.000,-, atau seharga sebuah combo KFC.
Kemudian, pernah juga saya traveling murah menggunakan bus DAMRI dari Jakarta menuju Lampung, dengan fasilitas yang cukup nyaman, saya membayar Rp160.000,- sudah termasuk dengan biaya kapal feri dari Merak ke Bakauheni. Apabila di kapal feri ingin upgrade ke ruang yang lebih nyaman, paling cuma menambah ceban!

7. Mencari Tiket Pesawat Jauh-jauh Hari

Untuk tiket pesawat, salah satu trik traveling murah yang old but good untuk mengatasi harga mahal adalah dengan memesan tiket jauh-jauh hari. Salah satu rekor saya adalah mendapatkan tiket penerbangan Jakarta – Semarang dengan menggunakan maskapai Air Asia, seharga Rp15.000,- sekali jalan!
Air Asia Indonesia
Air Asia, salah satu maskapai murah yang sering saya gunakan.
Namun sayangnya, tak lama setelah itu, rute penerbangan AirAsia Jakarta – Semarang ditutup. Saya sedih.

8. Membeli Paket Liburan via AirAsiaGo

Untuk yang belum tahu, selain website resmi maskapai penerbangan yang kerap menawarkan tiket murah, ada juga AirAsiaGo.com, yang memberikan jaminan “Harga Tiket AirAsia Domestik Terendah” di mana harga tiketnya sudah termasuk bagasi seberat 15 Kilogram.Saat ini, sampai dengan 18 September 2016, AirAsiaGo menawarkan harga terendah untuk penerbangan dalam negeri dengan diskon 5% untuk penerbangan mulai 1 Oktober 2016 – 4 Januari 2017, dan diskon 10% untuk penerbangan mulai 5 Januari – 28 Oktober 2017!
Ya, kamu tak salah baca, tiket penerbangan untuk tahun depan sudah bisa dibeli sekarang, dengan harga yang sangat murah pula.Saat ini, sampai dengan 18 September 2016, AirAsiaGo menawarkan harga terendah untuk penerbangan dalam negeri dengan diskon 5% untuk penerbangan mulai 1 Oktober 2016 – 4 Januari 2017, dan diskon 10% untuk penerbangan mulai 5 Januari – 28 Oktober 2017!
Ya, kamu tak salah baca, tiket penerbangan untuk tahun depan sudah bisa dibeli sekarang, dengan harga yang sangat murah pula.

sumber https://backpackstory.me/2016/09/07/8-cara-traveling-murah-di-indonesia/

Papua Keren





10 Tempat Wisata di Papua yang Wajib Dikunjungi

1. Taman Nasional Teluk Cenderawasih

Taman Nasional Teluk Cenderawasih
Taman Nasional Teluk Cenderawasih
Taman nasional dengan luas 1.453.500 hektar ini hampir 90% berupa perairan. Tak mengherankan jika Taman Nasioanal Teluk Cenderawasih menjadi kawasan konservasi laut terbesar dan terluas di Indonesia. Di sini, terdapat 196 jenis moluska dan 209 jenis ikan yang bisa Anda saksikan di alam bawah lautnya. Tak jarang kura-kura, penyu, hiu dan lumba-lumba juga ikut menemani Anda saat menyelam.
Taman Nasional Teluk Cenderawasih diresmikan pada tahun 1993 oleh Kementerian Kehutanan. Selain menikmati alam bawah lautnya, Anda juga bisa menjelajahi pulau-pulaunya. Pulau Mioswaar, salah satu pulau di tempat wisata di Papua ini, memiliki gua dengan sumber air panas dengan kandungan belerang yang layak Anda kunjungi. Selain Pulau Mioswaar, masih ada Pulau Yoop, Pulau Numfor, Pulau Nusrowi dan pulau-pulau lainnya yang tak boleh Anda lewatkan.
Tempat wisata ini secara administratif berada di dua kabupaten yaitu Wondama dan Nabire. Taman nasional ini juga menjadi pusat penelitian hiu paus atau whale shark yang dilakukan oleh pemerintah bekerjasama dengan LSM dalam dan luar negeri.

2. Raja Ampat

Raja Ampat
Raja Ampat
Siapa tak mengenal Raja Ampat? Salah satu tempat wisata di Papua ini keindahannya menarik perhatian wisatawan domestik dan mancanegara. Kawasan Raja Ampat ini terdiri dari empat pulau besar yaitu Waigeo, Misool, Salawati, Batanta dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.
Raja Ampat memiliki biota laut yang beragam. Menurut laporan dari The Nature Conservancy, sebanyak 75% spesies laut dunia ditemukan di perairan Raja Ampat. Selama menyelam, Anda akan ditemani sekitar 1.511 jenis ikan dan juga penyu laut. Mengasyikan, ya? Meskipun Anda bebas menyelam kapan saja sepanjang tahun di sini, namun waktu terbaiknya adalah pada bulan Oktober dan November. Pada bulan-bulan ini, cuaca sedang bagus dan air sangat jernih sehingga jarak pandang saat menyelam sangat ideal.
Jika tak ingin menyelam, Anda masih bisa menikmati keindahan Raja Ampat dengan melakukan trekking di pulau-pulaunya. Takut tersesat? Tenang. Anda bisa menggunakan jasa pemandu di sini. Pemandu di tempat wisata ini adalah warga setempat yang sehari-harinya berprofesi sebagai nelayan. Jangan lupa membawa buah pinang atau permen untuk diberikan pada warga setempat. Buah pinang dan permen dianggap sebagai tanda persahabatan dan akan membuat Anda lebih akrab dengan mereka.
Di sini, ada banyak suvenir yang bisa Anda beli sebagai oleh-oleh mulai dari patung suku Asmat sampai alat musik dan kain tradisional.

3. Danau Sentani

Danau Sentani
Danau Sentani
Danau dengan luas 9.360 hektar ini merupakan danau terbesar di Papua. Terletak sekitar 50 km dari pusat kota Jayapura, Danau Sentani menawarkan keindahan luar biasa. Sedikitnya ada 21 pulau yang menghiasi danau dengan ketinggian 75 meter di atas permukaan laut ini.
Ada banyak kegiatan yang bisa Anda lakukan di sini mulai dari berenang, memancing, menyantap kuliner di sekitar danau sampai menyewa perahu untuk berkeliling danau. Selain itu, ada 24 desa di sekitar tempat wisata ini yang bisa Anda kunjungi dan berinteraksi langsung dengan warganya. Pemandangan deretan rumah panggung dengan jaring ikan menjadi hal yang wajar Anda saksikan di sini.
Yang menarik adalah adanya acara tahunan yaitu Festival Danau Sentani yang biasa diselenggarakan pada pertengahan bulan Juni. Saat festival berlangsung, tempat wisata di Papua ini akan penuh disesaki wisatawan yang ingin menyaksikan berbagai pertunjukan seni dan budaya setempat. Selain menikmati pertunjukan selama festival, Anda juga bisa memuaskan lidah dan perut dengan kulinerkhas Papua yang banyak disajikan di sini.

4. Danau Paniai

Danau Paniai
Danau Paniai
Danau Paniai tak kalah menarik dari Danau Sentani. Danau ini bahkan disebut sebagai danau terindah pada Konferensi Danau Se-Dunia di India pada tanggal 30 November 2007 yang diikuti 157 negara. Danau ini berada di ketinggian 1.700 meter di atas permukaan laut dengan luas 14.500 hektar. Saat senja, pemandangan di tempat wisata ini sangat cantik. Anda bisa melihat siluet tebing-tebing, burung-burung berterbangan di atas danau ditambah perahu nelayan setempat yang mulai merapat pulang.
Di sini, Anda bisa memancing bersama perempuan-perempuan suku Mee dan Moni yang biasa dipanggil ‘mama’. Danau Paniai merupakan salah satu penghasil ikan air tawar terbesar di Papua, banyak ikan yang Anda temukan di sini seperti ikan mas, ikan nila dan ikan mujair.
Fasilitas yang disediakan di tempat wisata di Papua ini cukup lengkap mulai dari pos jaga, pemandu, sewa perahu dan alat pancing, sampai warung makan di sekitar danau. Jika ingin menikmati keindahan Danau Paniai lebih lama, Anda bisa menginap di rumah warga.

5. Lembah Baliem

Lembah Baliem
Lembah Baliem
Lembah Baliem merupakan tempat tinggal suku Dani, Yali dan Lani yang terletak di sekitar Pegunungan Jayawijaya. Berada di ketinggian 1.600 meter di atas laut membuat suhu di tempat ini bisa mencapai 10-15 derajat Celcius pada malam hari. Di sini, Anda bisa melihat dan berinteraksi langsung dengan suku asli yang masih memakai koteka bagi pria dan rok rumbai bagi perempuannya.Pada bulan Agustus, Lembah Baliem menjadi tempat wisata di Papua yang menarik banyak perhatian wisatawan. Selama tiga hari diselenggarakan acara tahunan yaitu Festival Lembah Baliem. Festival ini sebenarnya merupakan cara pemerintah untuk menghapuskan perang antar suku yang sering terjadi di sini. Perang antar suku telah dilarang, sebagai gantinya diadakan festival ini yang mengubah perang tersebut menjadi pertunjukan seni dan budaya untuk mengundang wisatawan.
Dalam perang di festival ini, ada skenario yang dijalankan. Biasanya perang akan diawali dengan penculikan perempuan salah satu suku atau pencurian babi yang menjadi hewan ternak di sini. Selanjutnya, perang akan berlangsung dengan diawali tarian suku dan diiringi musik tradisional. Selain perang, ada juga lomba karapan babi antar desa dan pesta babi bakar. Anda juga bisa membeli kerajinan tangan hasil karya suku setempat.

6. Desa Wisata Sauwandarek

Desa Wisata Sauwandarek
Desa Wisata Sauwandarek
Jika di Lembah Baliem Anda bisa berinteraksi dengan suku yang tinggal di pegunungan, di Desa Sauwandarek Anda bisa bertemu langsung dengan suku asli yang hidup di pesisir. Desa Sauwandarek masih berada di kawasan Kabupaten Raja Ampat, tepatnya di Meos Mansar. Di sini, Anda bisa melihat rumah tradisional yang terbuat dari kayu dan beratapkan jerami.
Tempat wisata budaya ini hanya ditempati sekitar 46 kepala keluarga. Perempuan-perempuan di sini biasa membuat topi dan tas dari daun pandan laut. Jika menyukai hasil karya mereka ini, Anda bisa membelinya langsung di tempat.
Di sini, Anda bisa menyelam dan snorkeling. Selain itu, Anda juga bisa trekking ke telaga unik yang ada di desa ini. Namanya Telaga Yenauwyau, dikatakan unik karena air di telaga ini air asin, bukan air tawar seperti kebanyakan air di telaga lain. Menurut warga sekitar, di telaga ini ada penyu putih yang jika Anda melihatnya maka Anda akan mendapatkan keberuntungan.

7. Pantai Bosnik

Pantai Bosnik
Pantai Bosnik
Siapkan kamera Anda karena keindahan pantai ini bisa membuat Anda tak berhenti mengambil gambarnya. Pantai Bosnik yang berada 15 km dari pusat kota Biak ini memiliki hamparan pasir luas dengan air jernih kebiruan dan deretan pohon kelapa yang menjadikannya sebagai pemandangan sempurna untuk diabadikan dalam kamera Anda.
Tempat wisata di Papua ini cocok sekali untuk bersantai bersama keluarga. Dengan membayar 10.000 Rupiah saja, Anda sudah bisa menikmati keindahan pantai yang terletak di Desa Woniki ini. Selain bermain voli pantai di pasirnya yang landai, Anda juga bisa menyewa saung dengan harga 50.000 Rupiah dan menikmati es kelapa muda segar juga kuliner setempat.

8. Pantai Amai

Pantai Amai
Pantai Amai
Pantai Amai adalah tempat wisata yang tepat bagi Anda yang menginginkan ketenangan. Pantai ini memang relatif sepi, namun bukan berarti tak menarik. Di ujung pantai, ada muara sungai yang membuat air asin dan air tawar bertemu di sini. Air tawar ini biasa digunakan oleh wisatawan untuk membilas diri setelah berenang di pantainya.
Selain berenang, Anda juga bisa bermain voli pantai, menyelam, snorkeling atau bersantai di gazebo yang bisa Anda sewa dengan harga 50.000 Rupiah. Jika ingin menginap, di Pantai Amai sudah tersedia penginapan dengan gaya rumah panggung.Pantai Amai berada di Distrik Depapre atau sekitar 2 jam perjalanan dari Jayapura. Perjalanan menuju pantai akan menguji adrenalin Anda karena medan yang naik turun dan berkelok, namun semuanya akan terbayar ketika sampai dan menyaksikan keindahan Pantai Amai. Untuk masuk ke tempat wisata ini, Anda diharuskan membayar sebesar 25.000 Rupiah yang sudah termasuk biaya parkir.

9. Pulau Rumberpon

Pulau Rumberpon
Pulau Rumberpon
Pulau Rumberpon berada di Teluk Wondama atau 5 jam perjalanan dengan kapal dari Manokwari. Pulau ini memiliki pantai yang disebut dengan Pantai Pasir Panjang karena memang garis pantainya sangat panjang mencapai 6 km.
Di tempat wisata ini, Anda bisa melakukan kegiatan andalan seperti menyelam, snorkeling, berenang dan memancing. Jika ingin pengalaman berbeda, cobalah mengunjungi hutan bakau yang ada di pesisir lain di pulau ini. Anda juga bisa ke padang alang-alang untuk melihat burung rusa di sini.

10. Tugu MacArthur

Tugu MacArthur
Tugu MacArthur
Tugu MacArthur merupakan tugu penghormatan bagi Jenderal Douglas MacArthur yang merupakan jenderal besar Amerika Serikat pada masa Perang Dunia II. Tugu ini berada di Ifar Gunung, Jayapura. Di sini, Anda bisa masuk ke museum, melihat foto-foto dan sejarah perjalanan militer Jenderal MacArthur. Tempat wisata di Papua ini menjadi saksi kejayaan jenderal besar yang membuat strategi beberapa perang besar. Berada di ketinggian 325 meter di atas laut, Anda bisa melihat Danau Sentani dan lapangan terbang Bandara Sentani dari sini.
Tugu MacArthur sendiri adalah sebuah tugu dengan tinggi 3 meter yang didominasi warna kuning dan hitam. Di tugu ini tertulis sejarah mengenai Jenderal Douglas MacArthur dalam bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Sekilas tentang MacArthur, jenderal ini dikenal dengan ucapannya, ‘I came through and I shall return’. Ia mengatakan ini saat pangkalan militernya di Filipina dihancurkan oleh Jepang dan ia beserta pasukannya terpaksa mundur ke Australia. Setelah menyusun strategi perang, pada tahun 1944 ia mendarat di Teluk Hamadi, Jayapura, dan membangun markas di lokasi Tugu MacArthur berada saat ini. Sang Jenderal membuktikan ucapannya karena kemudian ia dan pasukannya berhasil menyingkirkan Jepang dan membalas kekalahan Amerika di Filipina dan di Pearl Harbour.

sumber:http://anekatempatwisata.com/10-tempat-wisata-di-papua-yang-wajib-dikunjungi/#

Entri yang Diunggulkan

PASKIBRAKA KAB.MOJOKERTO

PASKIBRAKA  KABUPATEN MOJOKERTO  2019 Hallo rek.. .  saya disini ingin berbagi pengalaman saya mengenai paskibraka . PASKIBRAK...

Popular Posts